Powered By Blogger

Senin, 13 Desember 2010

Mereparasi Compact Cassette Recorder (Tape Recorder)


Cassette player atau recorder tidak bekerja dengan baik, ada beberapa langkah pemecahan masalah yang dapat Anda coba sebelum membeli pengganti atau membayar untuk diperbaiki. Silahkan langsung beralih ke pos yang mengacu pada masalah pemutar rekaman Anda mengalami, kemudian ikuti langkah-langkah pemecahan masalah di bawah ini ...

Sebelum melakukan pekerjaan perbaikan pada perekam kaset Anda, Anda harus mematikan daya dan cabut unit. Letakkan benda apapun yang dapat dilepas ke dalam wadah yang diberi label sehingga mereka tidak tersesat atau bingung. Ini juga merupakan ide yang baik untuk menuliskan urutan langkah-langkah perbaikan dan penggantian Anda telah diambil.

Hal-hal yang Anda akan butuhkan :
1.    Obeng    
2.    Kapas    
3.    Senyawa pembersih karet   
4.    Long-hidung tang      
5.    Pinset      
6.   Penggantian sabuk    
7.     Foam usap      
8.     White grease

1. POOR SOUND QUALITY (Kualitas Audio Rendah)
  a)   Cobalah mengganti baterai pemain tape atau menghubungkannya ke sumber listrik AC, jika belum menggunakan satu.
  b)   Gunakan kaset pembersih dalam tape. Beberapa pembersih sedikit lebih mahal termasuk fitur de-magnet yang menghilangkan daya tarik yang tidak diinginkan dari mekanisme.
  c)   Kaset yang Anda gunakan mungkin telah direkam dalam recorder dengan baterai rendah atau masalah lain, coba tips dengan tape yang berbeda.

2. TAPE TIDAK DAPAT BERPUTAR
  a)   Pastikan "PAUSE" dan "MUTE" tombol tidak ditekan dalam, jika ada. Konfirmasikan bahwa setiap kabel listrik atau pengeras suara terpasang dengan benar.
  b)   Pemutar kaset Banyak memiliki "AC-DC" mengaktifkan bagian depan atau samping, memastikan dalam posisi yang tepat ("AC" untuk kabel listrik, "DC" untuk baterai atau pemantik daya rokok).
  c)    Keluarkan dan masukkan kembali kaset. Jika ini tidak berhasil, cobalah menekan ringan di pintu kaset sedangkan tombol "PLAY" ditekan.
  d)    Jika Anda dapat melihat kaset bergerak, tetapi tidak ada suara, coba tips dengan menggunakan speaker eksternal atau headphone yang berbeda.
  e)    Pertimbangkan untuk mengganti adaptor listrik / supply, jika memiliki satu dan sama sekali tidak ada tanggapan dari pemain (tidak ada lampu indikator, radio, kaset gerakan, dll)

3. PITA MENYANGKUT PADA BAGIAN TAPE RECORDER
  a)  Pertama, menghentikan pemutar kaset sesegera mungkin dan lepaskan pita dengan hati-hati, berusaha untuk tidak kerusakan bagian dalam PLAYER.
  b)  Coba gunakan tape yang berbeda. Saya telah menemukan bahwa beberapa unit tape yang dinyatakan bekerja dengan baik akan ingin menyangkutkan pita sebuah kaset tertentu, jika rekaman itu sudah sangat tua.

4. DAPAT DIMAINKAN TETAPI TIDAK DAPAT MEREKAM
  a)   Periksa untuk melihat apakah plastik kaset kita tulis-perlindungan tab (s) telah dihapus, jika demikian, tidak dapat direkam kecuali anda melepas tabs kaset di atas lubang.
  b)   Jika Anda menggunakan mikrofon, mencari mic. volume control pada perekam kaset. Mungkin ditolak terlalu rendah. Coba menggunakan mikrofon yang berbeda, ada kemungkinan sedikit itu bisa gagal.

5.  MUNGKIN PERLU PERBAIKAN
   a)   Jika langkah-langkah pemecahan masalah tidak membuat pemutar kaset atau bekerja perekam benar, mungkin perlu untuk mengganti motor atau sabuk karet di dalamnya, dan / atau membuat perbaikan lainnya.

6.   PESAWAT TIDAK HIDUP/TIDAK ADA SUARA
a). AC Cord belum terpasang dengan baik (pada AC Input pesawat maupun pada stop kontak).
    b). Stop kontak rusak/tidak ada tegangan.
    c). Volume masih minimum.
    d). Pasang AC Cord dengan baik.
    e). Coba di stop kontak lain.
    f). Putar volume
7.   Suara Tape bergelombang. 
    a). Capstan atau Roller kotor.
    b). Gulungan pita kurang rata.
    c). Bersihkan Roller.
    d). Gulung pita (FF) sampai habis, kemudian Rewind dan coba mainkan lagi.

Ditranslasi dari : http://en.wikipedia.org/wiki/Compact_Cassette

Merawat Tape Recorder dan Cassette


A.  Merawat Tape Recorder
1.    Jangan pernah menyimpan kaset dalam kondisi setengah habis (masih terdapat pita hitam). Pastikan kaset tersimpan dalam kotaknya dalam kondisi habis (pita putih) untuk menghindari perubahan kualitas suara kaset.
2.    Kebiasaan menyimpan kaset di dalam tape bukanlah hal yang baik. Head tape adalah medan magnet yang bisa membuat koleksi kaset mengalami perubahan suara naik turun. Setelah didengarkan, keluarkan segera kaset dan simpan pada kotaknya.
3.    siapkan rak khusus koleksi kaset dengan sirkulasi udara yang baik. Berikan rongga antar kaset, sehingga meminimalisir koleksi dari resiko terkena jamur. Jika sudah dempet-dempet dan salah satu koleksi kena jamur, biasanya nular ke koleksi lain.

B.  Merawat Cassette
 I. Cara membersihkan pita dari jamur.
Jika terlalu lama tak distel, pita kaset biasanya jamuran, yang membuat suaranya mendem jika diputar. Untuk membersihkannya ada beberapa cara. Cara teraman adalah distel bolak-balik sampai jamurnya hilang. Makan waktu memang. Namun jika tape kita memiliki mode high speed, ini takkan memakan waktu lama. Cara kedua adalah dengan alat pemutar manual (yang sering ada di bakul2 kaset bekas di taman puring dan jatinegara). Tisu yang sudah diberi alkohol ditempelkan ke bagian tengah pita kaset (yang menghadap ke bawah), dijepit dengan jari sehingga tisu tersebut menempel ke pita, lalu mulai diputar pelan-pelan.
Hanya saja perlu diperhatikan, ada beberapa jenis pita yang tak kuat dibersihkan dengan cara ini, yang berakibat pitanya rontok, diantaranya merek BASF dan pita kaset-kaset Indonesia lama. Sebaiknya jika membersihkan kaset-kaset jenis ini jangan menggunakan alkohol. Yang cukup kuat adalah pita Maxell. Ciri dari pita Maxell adalah tanda panah hitam yang dicetak di pita putih sebelum pita coklat. Label yang menggunakan pita jenis Maxell ini diantaranya adalah YESS, Monalisa dan Rockline.

2. Mengatasi suara mendem.
Suara mendem tak hanya diakibatkan jamur. Bisa juga busa alas pitanya mengeras atau tertutup kerak kotoran pita. Cara membersihkannya: gosok busa tersebut dengan cotton bud yang sudah direndam alkohol perlahan-lahan sampai kerak kotorannya jauh berkurang. Lalu antara busa dan pita diselipkan potongan tisu (jangan terlalu tebal). Ini gunanya agar kotoran dari pita tidak langsung terkena busa, melainkan menempel ke tisu tersebut. Insya Allah suara kembali jernih.

3. Mengatasi kaset "alot".

Kadang jika diputar, bunyi kaset akan mengayun, ini karena kaset tersebut berat memutar, istilahnya "alot". Jika dipaksakan sangat berbahaya karena pitanya  bisa menyangkut/kusut. Ini biasanya disebabkan karena kaset sering di-rewind/ fast forward, atau bisa juga pitanya memuai karena kepanasan. Biasanya karena diputar di tape mobil. Untuk mengatasinya ada beberapa cara: Cara pertama adalah kaset dipukul-pukulkan ke telapak tangan berkali-kali. Biasanya setelah itu jalannya lebih lancar. Jika masih berat, buka kaset tersebut dan ambil plastik/kertas yang ada di dalamnya, lalu setel bolak balik. Setelah lancar, jika memungkinkan, masukkan kembali kertas/plastik tsb.
Ada yang bilang, kaset dimasukkan ke dalam freezer, tapi saya sudah mencoba cara ini, sepertinya tidak manjur.

4. Penyimpanan yang tepat.
Menyimpan kaset jangan di tempat yang lembab atau terkena sinar matahari langsung. Kedua tempat ini lama kelamaan akan mempengaruhi kualitas suara. Jika memungkinkan, taruh di dalam lemari, jangan menempel langsung pada lantai. Jika jumlahnya banyak, bisa juga dibuatkan rak khusus murah meriah dari kayu, tentunya dengan memperhatikan kedua hal diatas. Jangan terlalu lembab dan jangan kena matahari langsung.
                                                    Lemari kayu untuk penyimpanan cassette


Menginstall Tape Recorder


Langkah Penginstallan
1.      Persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2.      Hubungkan steker Tape Recorder ke sumber tegangan 220 VAC.
3.      Rangkaikan alat seperti pada Gambar Kerja 1.1.
4.      Nyalakan Tape Recorder dengan menekan tombol power yang ada pada Tape Recorder.
5.      Hubungkan Microphone pada sambungan Mic (Jack Mic) yang tersedia pada Tape Recorder.
6.      Tekan tombol “Eject” untuk membuka tempat kaset Tape Recorder.
7.      Masukkan Kaset Audio ke dalam tempat kaset Tape Recorder.
8.      Tutup tempat kaset yang telah berisi kaset tersebut.
9.      Persiapkan suara untuk memulai perekaman melalui Tape Recorder.
10.  Tekan tombol “Play + Rec” untuk memulai proses perekaman audio.
11.  Tekan tombol “Stop” jika perekaman telah selesai atau untuk memberhentikan proses perekaman.
12.  Tekan tombol “Rewind” hingga kaset kembali ke letak awalnya.
13.  Tekan tombol “Play” untuk memutar/memainkan kembali Audio yang telah direkam.
14.  Tekan tombol “Stop” untuk memberhentikan proses pemutaran kaset.
15.  Keluarkan kaset jika setelah digunakan dengan menekan tombol “Eject”.
16.  Ambil Kaset dan tutup kembali tempat kaset yang terbuka.
17.  Matikan pesawat Tape Recorder dengan menekan tombol “power”
18.  Lepas konektor Mic dengan Jack Mic yang berada pada Tape Recorder.
19.  Lepas steker Tape Recorder dari tegangan sumber 220 VAC.
20.  Kembalikan semua pesawat dan alat yang digunakan ke semua tempat semula.

Mengoperasikan Compact Cassette Recorder


           Pesawat cassette recorder difungsikan untuk mereproduksi ulang informasi suara yang ada didalam pita kaset menjadi suara. Selain itu juga berfungsi untuk merekam informasi suara ke dalam pita Pesawat Cassette Recorder sering terlihat sudah terintegrasi dengan peralata Audio lain, seperti tape compo, tape deck, dan walkman. Dalam pengoperasiannya terdapat bagian sumber seperti microphone, peralatan musik , atau radio AM atau FM. Salah satu fungsi dari pesawat casette recorder adalah perekaman, dimana difungsikan untuk menyimpan sinyal audio dalam kaset, sehingga suatu saat bila diperlukan, sinyal audio tersebut dapat dimainkan kembali sehinggan terdengar pada loud speaker. 

Kecermatan memahami langkah atau prosedur pengoperasian peralatan Audio Untuk dapat mengoperasikan peralatan Audio yang benar agar tidak terjadi kesalahan maka sebaiknya memahami hal-hal dibawah ini :
  1. Simbol petir di dalam segitiga dimaksudkan untuk memperingatkan pengguna terhadap adanya tegangan tinggi di dalam yang tidak terisolasi.
  2. Tanda seru di dalam segitiga di maksudkan untuk memperingatkan pengguna terhadap adanya intruksi penting pengoperasian & perawatan penting dalam literature yang menyertai produk.

Perhatian
  1. Simbol petir di dalam segitiga dimaksudkan untuk memperingatkan pengguna terhadap adanya tegangan tinggi di dalam yang tidak terisolasi.
  2. Tanda seru di dalam segitiga di maksudkan untuk memperingatkan pengguna terhadap adanya intruksi penting pengoperasian & perawatan penting dalam literature yang menyertai produk.

Perawatan
  • Pilih tempat yang bebas debu & bebas goncangan
  • Letakan pesawat pada posisi * Pada waktu melakukan instalasi pesawat harus dalam keadaan mati ( off )
  • Sebelum mengoperasikan pesawat, perhatikan sumber daya yang akan digunakan ( listrik atau baterai )
  • Membersihkan pesawat cukup dengan kain kering atau diberi sedikit air, jangan menggunakan bahan kimia seperti spirtus, alcohol, bensin, dll.
  • Hubungi service terdekat jika pesawat mengalami kerusakan.

Pengoperasian Pada Pesawat Cassette Recorder yaitu :
1.      Atur knob atau tombol “ Function “ pada posisi “Tape”
2.      Buka tempat kaset dengan menenak tombol “ Stop/Eject “
3.      Masukkan kaset ke tempat kaset sesuai dengan sisi kaset yang akan dimainkan.
4.      Tekan tombol “ Play “ untuk memainkannya.
5.      Atur volume & graphic equalizer sesuai dengan selera anda.

 Ditranslasi dari : Catatan Sekolah, . , . 

Prinsip Kerja Compact Cassette Recorder

Menjelaskan Prinsip Kerja Compact Cassette Recorder

           Untuk merekam kaset, langkah pertama adalah penghapusan rekaman sudah ada sebelumnya.. Untuk mencapai hal ini, bias osilator menghasilkan arus yang digunakan untuk memberi makan menghapus kepala ini menghapus setiap magnet yang mungkin sudah hadir dalam rekaman.
Langkah berikutnya tergantung pada apakah mesin adalah perekam stereo atau mono.. Mono Sebuah perekam akan mencatat dengan dua lagu, satu untuk setiap sisi dari tape recorder stereo A menggunakan empat lagu, satu untuk setiap saluran di setiap sisi. Pencatatan dan kepala pemutaran ditempatkan sedemikian rupa sehingga satu sisi menggunakan trek pertama dan ketiga, sedangkan dua sisi dan keempat menggunakan trek kedua (lihat ilustrasi di bawah). Dengan cara ini, ketika rekaman itu diserahkan kepada pihak lain, sebaliknya dua trek yang digunakan untuk merekam dan playback.
           Proses rekaman relatif sederhana.. Suara atau musik dimasukkan ke dalam mikrofon, yang kemudian diubah menjadi listrik saat ini dan diperkuat sebagai disc dengan rekaman sinyal tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sebuah elektromagnet yang disebut kepala rekaman. Memvariasikan arus listrik yang menghasilkan berbagai derajat dan pola-pola magnet dalam rekaman itu. Playback justru sebaliknya. Rekaman itu. magnetisme, karena melewati pemutaran kepala, listrik menginduksi arus di elektromagnet sinyal ini kemudian diperkuat dan direproduksi melalui speaker.Adalah penting untuk menyadari bahwaAdalah penting untuk menyadari bahwa menempatkan sebuah magnet dekat dengan tape akan menyebabkan penghapusan.  menempatkan sebuah magnet dekat dengan tape akan menyebabkan penghapusan.

Ditranslasi dari : http://en.wikipedia.org/wiki/Compact_Cassette

Sabtu, 11 Desember 2010

Jenis-jenis Cassette dan Kegunaannya


Perkembangan Alat Pemutar Musik
          Musik, semua orang pasti suka dengan musik. Musik merupakan bagian dari setiap jiwa manusia. Musik bisa kita dengarkan dengan nadanya yang keras maupun lembut. Pada zaman modern ini kita bisa mendengarkan musik dari berbagai alat elektronik. Bisa dari ipod, mp3, mp4, dan sebagainya. Tapi tahukah anda bagaimana perkembangan alat pemutar music tersebut. Sehingga kita dapat mendengarkan musik dari alat elektronik yang sangat kecil???.

Piringan Hitam yang diputar dengan Gramophone
Piringan hitam merupakan sebuah alat yang memiliki pena yang bergetar untuk menghasilkan bunyi dari sebuah disc. Ide ini berasal dari Charles Cros dari Perancis pada tahum 1887. Namun sayangnya tidak pernah terwujud. Pada tahun yang sama, Thomas A. Edison menemukan Phonograph (pemutar piringan hitam) yang berfungsi untuk merekam suara yang kebanyakan digunakan untuk keperluan kantor.
Nama Gramophone berasal dari Emilie Berliner yang pada tahun 1888 menemukan piringan hitam jenis baru dan mematenkannya di bawah label Berliner Gramaphone. Pada tahun 1918 masa pematenan berakhir, semua label pun berlomba-lomba untuk memproduksi piringan hitam. Gramophone memiliki jarum yang digoreskan di atas piringan hitam yang bergerak memutar. Jarum ini berfungsi untuk mengirimkan getaran suara music melalui pipa suara berbentuk seperti terompet besar yang terletak di samping piringan hitam tersebut. Piringan hitam awalnya terbuat dari berbagai macam bahan, kaca, karet, bahkan plastik. Tapi piringan hitam yang terkenal terbuat dari shellac, yaitu bahan dari kapas yang biasa digunakan untuk membuat kertas manila.
Shahi Gramophone
Sejak tahun 1892 sampai tahun 1901, piringan hitam dibuat dalam berbagai ukuran. Mulai dari yang berdiameter 12.7cm, 17.5 cm, hingga 25 cm. Tapi semuanya hanya bisa diputar satu sisi saja.
Gramophone yang berkembang menjadi Turntable
Nah, baru di tahun 1908 dibuat piringan hitam yang bisa diputar bolak balik. pada tahun 1925 mulai dikembangkan alat musik jenis baru yang bernama turn table. Sebenarnya cara kerja turn table mirip dengan gramophone, hanya saja alat penggeraknya sudah menggunakan listrik dan suaranya keluar melalui speakerphone.
Alat musik turn table juga punya beberapa aplikasi tambahan yang bisa membuat suara music jadi lebih enak didengar. Seperti aplikasi tone arm, untuk menahan jarum piringan hitam supaya tetap stabil, aplikasi pengatur cepat dan lambatnya suara musik yang keluar, dan ada juga changer, yaitu aplikasi untuk mengganti piringan hitam secara otomatis. Saat ini turn table yang digunakan oleh para DJ sudah banyak dimodifikasi dan memiliki berbagai aplikasi tambahan. Disini termasuk mencampur suara (audio mixing), cueing, slip-cueing, phrasing, memotong musik (cutting), beat juggling, menggesek ( scratching), menyamakan ketukan (beatmatching), menjatuhkan jarum (needle drops), menggeser fasa (phase shifting), dan masih banyak lagi.
Selain alat musiknya yang berkembang. Ternyata piringan hitam pun juga ikut berkembang. Piringan hitam yang tebuat dari bahan shellac akhirnya diganti dengan bahan plastic Vinyl (sejenis plastic polymer). Ini disebabkan karena piringan hitam yang terbuat dari bahan shellac gampang rusak. Kemampuan recording piringan hitam ini juga bermacam-macam, ada jenis 78 record yang diputar selama 3-5 menit per side, jenis 4 record bisa diputar 4-6 menit per side dan 33 1/3 Long-Playing Records yang bisa diputar sampai 20 menit per side.
Kaset yang diputar dengan Tape
Compact Cassette merupakan salah satu bagian dari Magnetic Tape, dikarenakan sudah banyak dari kita yang telah memilikinya, hal itu menjadi bagian yang khusus. Compact Cassette diperkenalkan oleh Philips pada tahun 1963. Kemudian pada 1965 mulai diproduksi secara missal. Namun tidak sampai tahun 1970 menjadi populer.
Kaset
Pada tahun 1971, Advent Corporation memperkenalkan Model 201 tape deck yang mengkombinasikan Dolby Type B dan chromium dioxide (Cr02). Komputer, seperti ZX Spectrum, Commodore 64 dan Amstrad CPC menggunakan kaset untuk menyimpan data. Standar 90 menit Compact Cassette dapat menyimpan sekitar 700kB hingga 1MB dari data tiap sisinya. Jika disetarakan dengan DVD, maka data dalam Compact Cassette dapat dijalankan selama 281 hari.
Tahun 1980an muncul Walkman dari Sony sebagai media pemutar kaset portable. Pita kaset dapat merekam lagu dengan durasi hingga 1 jam di setiap sisinya. Kualitasnya cukup baik namun kerap kali terjadi penurunan kualitas suara yang dihasilkan ketika pita kaset mengalami gangguan, kotor atau rusak.
Tape yang berkembang menjadi Walkman
Walkman yang Pertama dirilis pada tagl 1 Juli 1979 di Jepang. Walkman pertama ini dirilis dengan menggunakan kaset. Kemudian muncul Walkman Pressman dengan teknologi baru untuk merekam suara. Ditahun 1984 Walkman memperkenalkan recording cassette deck dengan kualitas suara yang sangat jernih dan ada layar led sebagai penunjuk dan pengukur recording level, juga dilengkapi kontrol manual recording. Diseri ini disebutkan bahwa daya yang dipakai adalah dari 4 baterai AA. Seperti halnya sekarang Walkman SE punya kompetitor ponsel music dari vendor lain, dulupun walkman sony punya kompetitor yaitu Toshiba Walky dan Aiwa CasseteBoy.
CD, VCD, DVD yang diputar dengan CD player ataupun Discman
CD dibuat dalam usaha merampingkan media penyimpanan musik dengan memperbaiki kualitas suara yang dihasilkan. Musik dalam format CD, VCD maupun DVD memiliki kualitas suara yang lebih baik tetapi tetap mengalami gangguan jika disc tersebut tergores, berdebu ataupun rusak. Selama bertahun-tahun piringan hitam merajai dunia industri musik.
Sampai pada tahun 1979 dua perusahaan raksasa, Phillips dan Sonny, bergabung untuk mendesign disc music yang berbentuk digital audio.
Dan akhirnya pada tahun 1982, Compact Disc Player pertama dipasarkan di wilayah Asia. Compact Disc Player atau yang lebih dikenal dengan singkatan CD player memiliki 3 komponen utama, yaitu drive motor, lensa, dan tracking mechanism. Drive motor di CD player bertugas memutar disc dengan kecepatan sampi 500 rpm (revoluting per minute). Sedangkan tracking mechanism berfungsi menggerakan sistem lensa yang membaca informasi dari disc dengan menggunakan sensor sinar laser. Alat music CD player ini mengunakan Compact Disc (CD) sebagai pengganti piringan hitam. CD ini terbuat dari bahan plastic polycarbonate dan aluminium. Saat ini ukuran standar CD ada dua macam, yaitu diameter 12 cm yang untuk 74-80 menit dan diameter 8 cm yang popular dengan sebutan mini CD, bisa untuk 21 menit.
DVD (Digital Versatile Disc atau Digital Video Disc) merupakan dasar dari CD menggunakan teknologi laser yang berbeda. Panjang gelombang laser menggunakan 780nm sinar inframerah (standar CD menggunakan 625 nm hingga 650nm sinar inframerah) yang membuatnya memungkinkan menyimpan data pada space yang sama. Dua lapisan DVD dapat menyimpan data sebesar 8.5 GB.
Pada tahun 1984 Sony merilis CD Walkman dengan nama Discman dan serinya D-50. Fitur andalannya adalah Electronic Skip Protection(ESP) dimana lagu tidak akan skip(lompat) jika terjadi guncangan pada discman, karena dengan teknologi G-Protection discman sudah membaca isi disc dan lalu menyimpan dalam memory.
Ditahun 1989 Sony mengeluarkan Walkman yang menggunakan 2 motor pemutar playback dengan fitur Dolby B/C noise reduction decoding, Mega Bass/DBB bass boost, tape type select,dua auto reverse modes.
Ditahun 1992 ada MiniDisc Walkman atau MD Walkman, dengan kapasitas 4 kali lebih besar dari CD biasa untuk recorder-player. Minidisc Walkman bisa memutar minidisc baik yang direkam secara digital maupun analog seperti memutar hasil rekaman live audio langsung dari microphone-nya. Dari MD Walkman kemudian berganti NetMD (NetworkMD) dengan dukungan USB kita bisa transfer lagu dari PC ke NetMD, format yang dipakai adalah ATRAC3 jadi sebelumnya convert dulu music dari CD atau MP3 keformat ATRAC3 ini.
Ditahun 2004 Sony merilis Hi-MD Walkman dengan kapasitas memory 1GB dan Hi-MD Walkman inilah yang dapat langsung memutar Mp3 tanpa perlu di convert lagi ke format ATRAC3.
Musik Digital yang diputar dengan MP3 Player, iPod, ataupun MP4 Player
Musik Digital adalah harmonisasi bunyi yang dibuat melalui perekaman konvensional maupun suara sintetis yang disimpan dalam media berbasis teknologi komputer. Format digital dapat menyimpan data dalam jumlah besar, jangka panjang dan berjaringan luas.
Musik Digital menggunakan sinyal digital dalam proses reproduksi suaranya. Sebagai proses digitalisasi terhadap format rekaman musik analog, lagu atau musik digital mempunyai beraneka ragam format yang bergantung pada teknologi yang digunakan, yaitu :
  • MP3
MP3 (MPEG, Audio Layer 3) menjadi format paling populer dalam musik digital. Hal ini dikarenakan ukuran filenya yang kecil dengan kualitas yang tidak kalah dengan CD audio. Format ini dikembangkan dan dipatenkan oleh Fraunhofer Institute. Dengan bitrate 128 kbps, file MP3 sudah berkualitas baik. Namun MP3 Pro-format penerus MP3-menawarkan kualitas yang sama dengan bitrate setengah dari MP3. MP3 Pro kompatibel dengan MP3. Pemutar MP3 dapat memainkan file MP3 Pro-namun kualitas suaranya tidak sebagus peranti yang mendukung MP3 Pro.
  • WAV
WAV merupakan standar suara de-facto di Windows. Awalnya hasil ripping dari CD direkam dalam format ini sebelum dikonversi ke format lain. Namun sekarang tahap ini sering dilewati karena file dalam format ini biasanya tidak dikompresi dan karenanya berukuran besar.
  • AAC
AAC adalah singkatan dari Advanced Audio Coding. Format ini merupakan bagian standar Motion Picture Experts Group (MPEG), sejak standar MPEG-2 diberlakukan pada tahun 1997. Sample rate yang ditawarkan sampai 96 KHz-dua kali MP3. Format ini digunakan Apple pada toko musik online-nya, iTunes. Kualitas musik dalam format ini cukup baik bahkan pada bitrate rendah. iPod, pemutar musik digital portabel dari Apple, adalah peranti terkemuka yang mendukung format ini.
  • WMA
Format yang ditawarkan Microsoft, Windows Media Audio (WMA) ini disukai para vendor musik online karena dukungannya terhadap Digital Rights Management (DRM). DRM adalah fitur untuk mencegah pembajakan musik, hal yang sangat ditakuti oleh studio musik saat ini. Kelebihan WMA lainnya adalah kualitas musik yang lebih baik daripada MP3 maupun AAC. Format ini cukup populer dan didukung oleh peranti lunak dan peranti keras terbaru pada umumnya.
  • Ogg Vorbis
Ogg Vorbis merupakan satu-satunya format file yang terbuka dan gratis. Format lain yang disebutkan di atas umumnya dipatenkan dan pengembang peranti lunak atau pembuat peranti keras harus membayar lisensi untuk produk yang dapat memainkan file dengan format terkait.
Dari segi kualitas, kelebihan Ogg Vorbis adalah kualitas yang tinggi pada bitrate rendah dibandingkan format lain. Peranti lunak populer, Winamp dan pelopor pemutar MP3 portabel Rio sudah mendukung format ini dalam model terbarunya. Walaupun demikian dukungan peranti keras terhadap format ini masih jarang.
  • Real Audio
Salah satu format yang biasa ditemukan pada bitrate rendah. Format dari RealNetworks ini umumnya digunakan dalam layanan streaming audio. Pada bitrate 128 kbps ke atas RealAudio menggunakan standar AAC MPEG-4.
  • MIDI
Format audio satu ini lebih cocok untuk suara yang dihasilkan oleh synthesizer atau peranti elektronik lainnya, tetapi tidak cocok untuk hasil konversi dari suara analog karena tidak terlalu akurat. File dengan format ini berukuran kecil dan sering digunakan dalam ponsel sebagai ringtone.
MP3 Player Ipod
Musik Digital sebagai Inovasi Baru
Inovasi baru di bidang musik adalah musik digital. Dengan format MP3, OOG, atau WAV musik digital mulai mengeluarkan gaungnya. Banyaknya pemutar musik digital yang mendukung format ini membuat era baru musik digital. Misalnya kalau sebelumnya, musik di-ripped- istilah untuk ekstraksi audio digital – dan terperangkap di PC dan Mac dengan aplikasi semacam iTunes. Kini dengan hadirnya iPod sebagai peranti musik portable canggih yang pernah diciptakan, terjadi perpaduan kenyamanan web dengan portabilitas dan fungsi sebagai sebuah platform yang benar-benar universal. Hal lain yang mendukung transformasi media sang musik adalah tindakan label-label besar yang meninggalkan sistem proteksi musik digital atau digital right management (DRM). Sampai tahun 2007 lalu, label-label besar masih tidak yakin penghapusan DRM akan mendongkrak penjualan album karena tanpa hal tersebut musik digital dengan bebas didisribusikan di antara konsumen yang berarti tak ada pemasukan untuk label.
Keunggulan
Musik dalam format digital memiliki beberapa keunggulan dibanding musik dalam medium konvensional, yaitu :
  • format yang beragam dapat disesuaikan dengan teknologi yang digunakan
  • kualitas copy yang serupa dengan master memudahkan penggandaan dari pihak perusahaan rekaman tanpa menurunkan mutu
  • proses penjualan dengan pendekatan single atau satu lagu terbukti jauh lebih efektif dan efisien ketimbang medium konvensional seperti kaset atau CD
Kekurangan
Dengan segala kelebihannya, musik digital memiliki beberapa kekurangan juga yaitu :
  • kemudahan perekaman dan penggandaan rekaman memacu terjadinya pembajakan yang tentu saja akan merugikan
  • penyebaran musik digital di Internet tidak bisa sepenuhnya dikontrol oleh label sehingga mempengaruhi pemasukan untuk label.
Ditranslasi dari :