Powered By Blogger

Sabtu, 27 Agustus 2011

Merawat DVD Player


       DVD Player bukanlah benda asing untuk kita, benda ini digunakan untuk memutar MP3, Film, bahkan katanya ada yang bisa memanage File. Tapi jangan salah, ternyata DVD Player adalah benda yang paling sensitif dalam hal kerusakan, untuk itu saya akan memberikan beberapa Tips untuk merawat DVD Player

Berikut tips untuk Merawat DVD dengan baik dan benar :
1.Simpan DVD Player dalam tempat tertutup
 
       Hal ini dimaksudkan agar, DVD yang Anda miliki tidak banyak terkena debu dari luar secara langsung, DVD juga sensitive terhadap sinar matahari langsung, selain itu agar terjaga dari suhu yang lembab atau panas.

2.Sebaiknya bagian belakang tempat penyimpanan dibiarkan terbuka
 
       Hal ini dimaksudkan agar panas yang dihasilkan setelah atau DVD sedang dijalankan mudah keluar karena tidak tertahan oleh dinding penutup.

3.Gunakan lap lembut
 
       Ketika Anda membersihkan DVD, sebaiknya Anda menggunakan lap yang halus, apalagi ketika Anda membersihkan pinggir piringan DVD Playernya, usahakan ketika Anda membersihkan DVD jangan dengan arah yang berlawanan, sebaiknya Anda membersihkannya dengan cara berputar misalnya searah jarum jam. Bersihkan minimal seminggu sekali.

4.Gunakan DVD Cleaner
 
       Sebaiknya ketika Anda membersihkan, gunakan cairan yang memang diadakan untuk membersihkan peralatan elektronik, khususnya untuk DVD. Ini akan menjamin DVD anda berkilau tetapi tidak rusak karena cairan yang salah.

5.Jika kualitas gambar masih jelek walaupun sudah menggunakan DVD Cleaner 
       Bersihkan bagian dalamnya dengan menggunakan cutton bud yang sebelumnya telah dibasahi terlebih dahulu dengan cairan khusus elektronik.

6.Jangan menumpuk DVD Player dengan sistem elektronik lain
 
       Ini dimaksudkan agar panas yang dihasilkan oleh DVD dan elektronik lainnya tidak beradu dan akhirnya akan merusak DVD dan elektronik lainnya.

7.Hindari menyetel DVD Player secara terus menerus karena dapat merusak mata optik.
 
       Kemampuan DVD yang memang ada batasnya membuat Anda kurang nyaman, tetapi ini adalah kodrat dari setiap produk pasti mempunyai kemampuan yang terbatas.

8.Hindari menyusun koleksi DVD film di atas DVD Player. 
       Gelombang magnet yang ada dapat mempengaruhi keduanya.


Ditranslasi dari :

Minggu, 07 Agustus 2011

Mengoperasikan DVD Player

Lokasi kontrol
  1. Pintu Disc – Buka dan pengaturan disc di dalamnya
  2. Area penekanan untuk menutup Tekan disini untuk menutup pintu DVD.
  3. Tombol pembuka – Tekan untuk membuka pintu
  4. Tombol On/Standby – Tekan untuk mensaklar On atau standby.
  5. Tombol PLAY/PAUSE – Tekan untuk mulai play atau sela.
  6. Tombol STOP menghentikan permainan DISC, tekan dua kali untuk berhenti.
  7. Tombol NEXT SKIP – melompat bab berikutnya (maju).
  8. Tombol PREVIOUS SKIP melompat ke bab sebelumnya (mundur).

  1. Sensor REMOTE CONTROL SIGNAL menerima sinyal dari REMOTE CONTROL (arah yang dituju REMOTE sensor ini).
  2. Indikator ON/STANDBY bila menyisipkan kabel power AC ke dalam saluan dinding, lampu indikator ON/STANDBY menyala oranye. Tekan tombol ON/STANBY pada REMOTE, lampu indikator menyala merah dan player dalam keadaan ON.
  3. Indikator PLAY Selama play indikator ini akan menyala hijau. Bila tombol pada remote ditekan, lampu akan menyiarkan dengan cepat menunjukkan sinyal remote telah diterima.

Operasi Dasar         
       Untuk play disc, tekan tombol ON/STANDBY pada player atau pada REMOTE CONTROL untuk mengatur ON. ON/STANDBY ditunjukkan dengan lampu indikator merah.
  1. Tekan tombol OPEN pada DVD player untuk membuka disc.
  2. Tempatkan disc dengan hati-hati didalam tempatnya denganlabel disc menghadap ke atas (disc double sisi kedua sisi harus isi sehingga dapat juga menempatkan sisi atas) yakinkan disn telah ditempatkan dalam gelendong dengan menekan ditengah.
  3. Tekan tombol volume UP atau DOWN untuk mengatur level volume pada remote televisi dan remot DVD.
  4. Tekan tombol STOP untuk menghentian permainan. Catatan : Bila player dihentikan peraga akan menunjukkan PRESS PLAY TO CONTINUE, player merekam titikdimana tombol STOP ditekan (fungsi RESUME) . Tekan tombol play lagi, playback akan meresume dari titik ini .
  5. Setelah play tekan tombol OPEN pada  DVD player untuk membuka pintu dan mengeluarkan disc. Ingat jangan menyimpan disc dalam case untuk mencegah kerusakan disc dan setelah pintu ditutup dan matikan power.

Melakukan Install DVD Player

Langkah Awal Penginstallan : 
       Menghubungkan DVD player pada penerima stereo (atau televisi jika tidak memiliki penerima) meliputi pembuatan dua hubungan dasar audio dan video.

1.Hubungan Audio

  • Hubungan pertama untuk bagian sinyal audio. Terdapat beberapa pilihan tergantung pada penerima yang dimiliki. Pilihan terbaik (jika ada) adalah menggunakan optic (juga dinamakan Tos-link) atau koneksi digital coaxial (RCA). Kedua pilihan ini sama kualitasnya, juga sama dalam hal penggunaan dibutuhkan dua keluaran pada DVD player dan sebuah masukan pada penerima. Hanya pada penerima dibangun dalam decoder dolby digital.
  • Jika penerima dibangun tidak memiliki Dolby Digital atau DTS decoder, namun merupakan Dolby Digital ready cari kanal Dolby 5.1 atau kanal DTS 5.1. Hubungan ini meliputi enam kabel, berkaitan dengan perbedaan kanal speaker : kiri depan, senter depan, kanan depan, kiri belakang, kanan belakang dan subwoofer.
  • Pilihan akhir dihubungkan dua komponen keluaran analog RCA. Ini merupakan hubungan dua kabel dengan satu kabel mengirimkan suara speaker kiri dan kabel yang lain mengirim speaker kanan. Hubungan ini akan mengirimkan suara stereo, namun mungkin hanya merupakan pilihan jika memasang televisi secara langsung, atau jika yang dimiliki penerima tua dua kanal.
2.Hubungan Video
  • Pilihan kualitas terbaik menggunakan hubungan komponen. Hubungan ini terdiri dari tiga kabel : warna label merah, biru dan hijau. Oleh karena itu hubungan ini hanya ada pada seperangkat penerima dan televisi mutakhir.
  • Pilihan berikutnya adalah S-Video. Hubungan DVD player satu kabel pada penerima.
  • Pilihan terakhir serupa dengan pengaturan audio, menggunakan keluaran video RCA analog, biasanya dengan warna label kuning pada kedua ujungnya. Ini akan mengirimkan kualitas terendah, namun mencukupi untuk televisi yang paling tua. 
  • Laser disc merupakan teknologi yang lebih tua. Ini menawarkan gambar dan suara lebih baik dari pada video tape dan dapat dibandingkan dengan DVD. Namun format laser disc adalah analog sedangkan DVD digital. Laser disc hanya digunakan untuk pra rekaman movie dan lebih besar, diameter sekitar 12 inchi sebagai ganti diameter 5 inchi DVD. Dua format ini biasanya tidak dapat dimainkan pada mesin yang sama.
  • Laser disc, seperti DVD memungkinkan pemakai ingin melihat gambar diam atau gambar lambat. Laser disc hanya dapat menangani setiap sisi selama satu jam, sehingga harus menhempaskan disc untuk menonton dua setengah movie. 
  • Karena teknik kompresi DVD, DVD dapat menangani data lebih banyak. Jarang harus menggunakan DVD untuk pengamatan film secara utuh. Laser disc player nois lebih banyak dari pada DVD player dan kadang dapat mengalami kerusakan laser, sisi alumunium mengoksidasi disc dan kualitas disc memburuk. DVD lebih sedikit mempunyai masalah seperti di atas sebab teknik pabrikasi yang digunakan telah ditingkatkan. Seiring dengan penambahan ketenaran DVD, laser disc susah didapatkan.

A.Koneksi Dasar DVD player dan TV dengan jack masukan Audio/Video
  
                                Gambar 4.1

  • Sisipkan kabel audio dalam AUDIO jack L (kiri = putih) dan R (kanan = merah) dibelakang DVD player, dan dalam jack AUDIO IN dalam perangkat TV.
  • Sisipkan kabel video (kuning) ke dalam jack VIDEO dibelakang DVD player dan ke dalam jack VIDEO IN perangkat TV.
  • Sisipkan kabel daya AC ke dalam saluran AC.
  • Tekan tombol play pada DVD player. 

B.Koneksi DVD player, TV dengan Jack masukan Audio Video menggunakan kabel S-Video

 
                                     Gambar 4.2
  • Sisipkan kabel audio ke dalam jack AUDIO L (kiri=putih) dan R (kanan = merah) dibelakang DVD player dan jack AUDIO IN pada televisi.
  • Sisipkan kabel S-Video ke dalam jack S-Video dibelakang DVD player dank e jack S-VIDEO pada televisi. Koneksi ini memungkinkan kualitas gambar yang lebih baik (kabel kuning VIDEO IN atau OUT dalam S-VIDEO tidak diperlukan). Jika Tv tidak mempunyai S-VIDEO, gunakan koneksi dasar video pada gambar sebelumnya.
  • Sisipkan kabel daya AC ke dalam saluran AC.
  • Mainkan DVD.
  
C.Koneksi DVD player, televisi dengan jack audio input dan jack komponen video

 
                                     Gambar 4.3
  • Sisipkan kabel audio ke dalam jack AUDIO L (kiri = putih) dan R (kanan = merah) di belakang DVD player dan ke dalam jack AUDIO IN pada televisi.
  • Sisipkan kabel VIDEO ke dalam jack keluaran komponen video dibelakang DVD player dan jack masukan kompenen video pada televisi.
  • Sisipkan kabel daya AC ke dalam saluran AC.
  • Mainkan DVD.
 Catatan :
  • Untuk kemungkinan gambar terbaik gunakan jack komponen video pada televisi, dan atur VIDEO OUT pada YUV. Jika televisi tidak mempunyai masukan komponen video dapat menggunakan jack S-Video pada DVD player dan atur VIDEO OUT pada S-Video.
  • Jika jack masukan komponen video dalam televisi ditandai Pr, Pb, Y artinya pengaturan televisi telah mempunyai fungsi progressive scan, tombol DISPLAY/P-SCAN pada remote control tidak perlu ditekan untuk memilih PROGRESSIVE TV. Jika jack masukan kompoenen video pada televisi ditandai Cr, Cb, Y. dalam kaitannya penggunaan fungsi P-SCAN, setelah koneksi tekan tombol DISPLAY/P-SCAN untuk memilih PROGRESSIVE TV. 

D.Hubungan kombinasi DVD Player+TV+Dolby Digital Theater System  (audio/video receiver/home theater)

 
 
                                    Gambar 4.4

  • Sisipkan kabel audio ke dalam AUDIO L ( kiri = putih) dibelakang DVD player dan ke dalam jack masukan penerima audio video.
  • Jika mempunyai penerima Dolby digital atau digital theater sisipkan kabel koaksial ke jack COAXIAL pada DVD player dan jack masukan digital dibelakang penerima. Koneksi ini memungkinkan penggunaan fungsi decoder dolby digital pada penguat AV atau penerima. Untuk itu juga harus mengatur perangkat keluaran Audio SPDIF/RAW atau SPDIF/PCM dalam menu pengaturan audio.
  • Hubungkan kabel video pilih salah satu dari 3 mode hubungan bila memilih satu koneksi mode, mode yang lain tidak diperlukan : 
  1. Koneksi video dasar 
  2. S-Video Koneksi 
  3. komponen video
  • Sisipkan kabel daya AC ke dalam saluran AC.
  • Mainkan DVD.

Catatan :
  • Kabel coaxial bukan kabel coaxial antenna, ini merupakan kabel audio kualitas tinggi dengan jack RCA pada kedua ujungnya. Bila membeli ke toko tanyakan kabel coaxial audio DVD untuk kanal suara 5.1.
  • Jika memiliki penerima atau piringan satelit tambahkan DVD player ini tidak akan mempengaruhi koneksi.
  • Bila digunakan kabel coaxial, tidak diperlukan penggunaan kabel AUDIO.
  • Untuk penggunaan kabel coaxial diperlukan pengaturan keluaran audio ke SPDIF/RAW atau SPDIF/PCM.    

Ditranslasi dari :

Jumat, 05 Agustus 2011

Prinsip Kerja DVD Player

DVD player memiliki tugas menemukan dan membaca data yang disimpan sebagai bump pada DVD. Memandang seberapa kecil bump. DVD player merupakan peralatan yang harus mampu membaca ukuran kecil dengan tepat. Pengarah terdiri dari tiga komponen dasar utama :
  • Sebuah pengarah motor pemutar disc. Pengarah motor mengendalikan putaran dengan teliti antara 200 dan 500 rpm, tergantung pada track mana yang dibaca.
  • Sistem laser dan lensa untuk memfokuskan bump dan membacanya. Cahaya berasal laser memiliki panjang gelombang lebih pendek (640 nm) dari pada cahaya laser dalam CD player (780 nanometer), sehingga memungkinkan laser DVD memfokuskan lubang DVD yang lebih kecil. 
  • Tracking mechanism yang dapat menggerakkan susunan laser sehingga berkas laser dapat mengikuti spiral track. Sistem tracking juga harus mampu menggerakkan laser pada resolusi mikro.
       Dalam DVD player, terdapat bit teknologi komputer yang baik meliputi pembentukan data ke dalam blok data yang dapat dimengerti dan juga mengirimkannya kembali ke DAC dalam kasus data audio video, atau ke komponen lain secara langsung dalam format digital dalam kasus digital video atau data.  
       Dasar kerja DVD player adalah memfokuskan laser pada track bump. Laser dapat fokus juga pada bahan semi transparan reflektif dibelakang lapisan terdekat atau dalam kasus disc lapisan ganda, melalui lapisan ini dan bahan reflektif di dalam lapisan yang lebih dalam. Berkas laser dilewatkan melalui lapisan policarbonat, lapisan reflektif di belakang memantulkannya dan menumbuk piranti opto elektronik pendeteksi perubahan cahaya. Bump memantulkan cahaya dengan cara berbeda dibandingkan area datar dari disc dan sensor opto elektronik mendeteksi perubahan cahaya yang dipantulkan. Pengarah elektronik menginterpretasikan perubahan pantulan sebagai susunan pembacaan bit-bit yang kemudian tersusun dalam byte.
     Bagian paling keras dari pembacaan DVD adalah mempertahankan berkas laser memusat di atas track data. Pemusatan merupakan pekerjaan dari sistem tracking. Sebagaimana DVD player, sistem tracking harus menggerakkan laser keluar secara terus menerus. Bila gerakan laser keluar dari senter disc, bump bergerak melalui laser pada kecepatan yang bertambah. Ini terjadi karena linier, atau tangensial, kecepatan bump sama dengan jari-jari kali kecepatan perputaran disc. Maka sebagaimana gerakan laser keluar, gelendong motor pemintalan DVD harus melambat sedemikian sehingga bump berjalan melewati laser pada suatu kecepatan yang tetap dan data yang diubah disc pada kelajuan tetap
       Suatu hal yang menarik bahwa jika DVD mempunyai lapisan kedua, awal track data lapisan menjadi di luar disc sebagai ganti di dalam. Ini memungkinkan player transisi secara cepat dari satu lapisan ke berikutnya, tanpa menunda pengeluaran data, karena ini tidak harus menggerakkan laser kembali ke senter dari disc untuk membaca lapisan berikutnya.


Ditranslasi dari :

Perbedaan Media Rekam VCD dan DVD

  • VCD (Video Compact Disc) atau MPEG1 atau DAT menggunakan media rekam CD (Compact Disc) biasa sebagai alat atau media untuk memutar kembali/playback.
  • DVD Video (Digital Versatile Disc Video) atau MPEG2 atau VOB menggunakan media rekam DVD sebagai alat untuk memutar kembali/playback.
       Dari pernyataan diatas, disini berarti akan dibahas perbedaan media rekam untuk VCD dan DVD-Video yaitu media rekam CD dan DVD.

Perbedaan Media Rekam VCD dan DVD

1. Dilhat dari hal ukuran Track dan Pitch 
           DVD memiliki ukuran pit lebih kecil dari CD. Pit adalah lubang (galian) kecil atau tekanan yang sedikit di atas permukaan disc yang mengijinkan pickup laser untuk membedakan antara kondisi digital berlogik 0 dan 1. DVD sisi tunggal, lapisan tunggal dapat menyimpan sekitar tujuh kali lebih banyak dari pada CD. Sebagian besar tambahan ini berasal dari pit dan track pada DVD lebih kecil. 
 

2. Dilihat dari Track space / spasi tiap track 
             Jalur  track pada DVD 2,16 kali lebih kecil dan panjang pit minimum, untuk DVD lapisan tunggal adalah 2,08 kali lebih kecil dari pada CD. Fitur spasi track antar pit spiral pada DVD lebih tipis. Dalam susunan demikian DVD player membaca format DVD dengan ukuran pit  lebih kecil dan spasi track lebih tipis, jenis laser yang digunakan berbeda karena menghendaki cahaya dengan berkas yang lebih sempit. Ini merupakan satu dari sebagian besar alasan mengapa CD player tidak dapat membaca DVD, sementara DVD player mampu membaca CD audio). 

 

3. Dilihat dari kapasitas lapisan pada single side – single layered 
             Sebagaimana telah diketahui DVD-5, merupakan konstruksi yang paling sederhana format ini mampu menyimpan 4,7 GB data digital. Angka 5 dalam DVD-5 signifikan dengan mendekati kapasitas data 5 GB, sedangkan kapasitas CD hanya 650 MB. Informasi digital ini mendekati dua jam video digital dan audio video, atau 74 menit untuk
musik DVD audio resolusi tinggi.

4. Dilihat dari Panjang Gelombang Sinar Laser (ƛ)
       Keduanya sama-sama pakai sinar laser merah untuk pembaca datanya. Bedanya ada di panjang gelombang. Sinar laser merah pada CD panjang gelombangnya adalah 780 nm, sedangkan DVD menggunakan sinar laser merah ber-panjang gelombang 650 nm.

5. Dilihat dari NA/Diafragma atau pengatur lensa Fokus
       Besarnya NA atau Diafragma untuk CD Nilainya 0,45 dan untuk DVD nilainya 0,6. Semakin besar nilainya, semakin kecil titik fokus yang bisa dibuat oleh lensa. Besarnya diafragma mempengaruhi jarak lapisan data dengan mata laser.
       Ketebalan keping adalah 1,2 mm, anggap saja lapisan yang mengkilap adalah lapisan atas dan lapisan yang berlabel adalah lapisan bawah. Pada CD Lapisan data terletak di lapisan bawah sendiri dan bersentuhan langsung dengan lapisan label. Sedangkan lapisan data DVD terletak di tengah-tengah keping, atau 0,6 mm dari lapisan atas. Coba ambil keping cd yang sudah tak terpakai, coba gores labelnya dengan uang logam ato benda lain yang mirip. Ketika digores labelnya, lapisan datanya juga ikut terkelupas. Bila digores semuanya maka akan menghasilkan keping CD yang bening. Berbeda dengan DVD, bila digores labelnya, lapisan datanya akan tetap hidup tenang ditengah keping.

    Kamis, 14 April 2011

    Memperbaiki Video Cassette Recorder (VCR)

            Walaupun kebanyakan dari kita menonton film sewa DVD hari ini, Anda mungkin masih memiliki beberapa kaset VHS tergeletak di sekitar, bahkan jika mereka hanya video rumah atau awal film James Bond. Ada beberapa hal yang lebih frustrasi daripada bermunculan rekaman lama Anda dari "Dr No" pada pertengahan musim dingin mesin untuk melihat di Ursula Andress muncul dari perairan hangat dari Jamaika dalam bikini, hanya untuk melihat apa yang sudah di luar jendela Anda - salju. Berikut adalah cara melakukan beberapa perbaikan sederhana VCR :

                       
    • Dalam istilah video, salju adalah kebisingan acak. Penyebab paling umum adalah kaset kosong. Jika di tape Anda telah diputar sebelumnya, salju Anda kemungkinan besar disebabkan oleh pemutaran kepala kotor. Solusi paling sederhana adalah untuk membeli tape pembersihan. Ada dua jenis, basah dan kering. Pita dry cleaning cenderung mengelupas kepala Anda lebih. Pita basah menggunakan cairan pembersih dan lebih baik untuk dek Anda.
    • Solusi pembersih terbaik untuk meluangkan waktu untuk membeli udara tekan, larutan pembersih kepala dan tips kepala profesional pembersih yang terbuat dari chamois. Mereka tersedia pada line, dari perbaikan tempat-tempat profesional VCR atau elektronik rumah pasokan. Anda tidak ingin menggunakan penyeka kapas karena serat dapat terjebak dalam jalur pita. Loading pada tape dan menonton jalan tape ketika benang. Catatan di mana rekaman itu datang dalam kontak dengan kepala (dalam drum) dan roda penggulung. Sekarang mengeluarkan rekaman itu. Meniup chassis dengan dapat Anda kompresi udara. Basah kepala membersihkan swab dengan solusi berbasis alkohol didenaturasi, dan bersih ke arah tape perjalanan , memutar drum dengan tangan sehingga Anda membersihkan kepala. Anda tidak ingin membersihkan permukaan atas dan ke bawah seperti menggosok gigi Anda.
    • Jika timer VCR Anda tiba-tiba berhenti berkedip 12:00 dan tidak menyala sama sekali, Anda mungkin memiliki masalah daya. Periksa busi Anda dan semua konektor. Kebanyakan VCR's memiliki indikator embun yang berubah mesin mati jika udara terlalu lembab. Switch ini adalah pada papan sirkuit utama. Jika Anda melihat cahaya pada, biarkan mesin kering secara menyeluruh sebelum mencoba untuk mengoperasikannya.
    • Tambahan poin kerentanan untuk VCR adalah ikat pinggang. Jika mereka dipakai atau rusak, tape tidak akan transportasi, merekam atau pemutaran. Buka tape deck dan melihat. Pastikan untuk menghapus setiap sabuk mencurigakan hati-hati mencatat di mana Anda mendapatkan mereka dari. Anda akan perlu mengganti mereka dengan orang-orang yang ukurannya tepat atau sedikit lebih kecil dalam kasus mereka mendapatkan membentang keluar dari bentuk.
    • Karena banyak dari kita tidak menggunakan kaset yang banyak, berikut adalah beberapa pengingat masalah yang dapat dengan mudah diperbaiki dengan menggunakan kontrol VCR's. Jika bagian atas gambar Anda adalah pergeseran atau bergulir tidak konsisten, Anda mungkin memiliki ketegangan tidak merata di seluruh panjang pita. Mencoba kemasan rekaman Anda, dengan meneruskan cepat ke akhir dan rewinding ke awal sebelum bermain lagi. Jika Anda pernah memakai setelan poliester di 70, Anda ingat bagaimana tidak merata serat dapat meregang. If you find a noisy area in part of the picture, your head alignment might be off. Jika Anda menemukan daerah yang bising di bagian gambar, disebelah head tape Anda mungkin off. Hal ini terutama berlaku jika rekaman asli direkam pada mesin yang berbeda. Sesuaikan mengontrol pelacakan untuk lebih menyelaraskan kepala Anda.
    • Jika  VCR Anda  makan rekaman Anda, kelaparan dek Anda mungkin disebabkan oleh pemalas usang yang mengatur aksi mengambil reel. Pertama coba membersihkannya. Jika Anda yakin dalam menghilangkan dan menggantikannya, melakukannya, jika tidak, saatnya untuk mengambil dek Anda ke teknologi, dan garpu di atas tarif per jam tinggi yang diperlukan. Lebih baik lagi, kepala ke toko barang bekas lokal dan mengambil sebuah dek VHS sana untuk sebuah lagu, tapi pastikan Anda memiliki hak untuk kembali jika tidak bekerja.
    Ditranslasi dari : http://www.ehow.com/how_4509514_simple-vcr-repairs.html